Sebelum Anda ke TPS

  1. Lupakan apa yang diberitakan media tentang calon yang manapun, baik berita positif maupun yang bernada negatif, karena media itu cuma kendaraan. Coba liat dulu siapa yang punya media sumber berita Anda, dari situ Anda bisa melihat kenapa medianya bicara seperti demikian.
  2. Lupakan soal caleg yang jujur karena memilih calon yang jujur itu sama seperti mengirim kambing untuk hidup di sarang serigala. Kalo kambingnya masih pake bulu kambing dan masih bau kambing, dia pasti dilahap para serigala. Maka…?? Yak, betul anak-anak…! Kambingnya harus berdandan seperti serigala dan berlaku seperti serigala kalo masih pengen hidup.
  3. Lupakan soal partai yang bersih karena nggak ada itu yang namanya partai yang bersih. Semuanya kotor. Karena cuma orang-orang kotor saja yang mau repot-repot keluar duit untuk mendirikan dan/atau menyandang dana partai. Mereka yang berhati bersih dan memang punya niat baik akan menggunakan uangnya untuk mendirikan/membantu sekolah gratis, panti asuhan, sanggar-sanggar pelatihan gratis, pusat kesehatan murah, dsb. Bukan mendirikan atau membiayai partai.

TRUS NYOBLOS YANG MANA??

Kalo saya sih nyoblos yang mbayar saya. Ya, suara saya saya jual. Kalo dipikir, mereka yang terpilih nanti kan dapat milyaran yah selama 5 taun menjabat (gaji dan tunjangannya per bulan aja udah berapa… belum lagi kalo dapat ‘ceperan’). Kita yang milih mereka dapat apa? Cuma janji?

Janji mereka akan mengentaskan kemiskinan bukan berarti semua orang bakalan jadi orang kaya. Janji mereka akan meningkatkan kesejahteraan bukan berarti semua orang bakalan hidup ayem tentrem gemah ripah loh jinawi. Yang jelas bakal terentaskan adalah kemiskinan mereka sendiri. Yang jelas bakal meningkat adalah kesejahteraan mereka sendiri. Kita? Cuma bakal nonton mereka seliweran di TV selagi keluar-masuk mobil atau gedung mewah sambil ngoceh ngawur atau senyam-senyum licik.

Janji mereka akan memberantas korupsi… emang siapa mereka? Emang sebesar apa kekuatan mereka untuk melawan korupsi yang sudah mendarah-daging di negeri ini? KPK aja cuma bisa jalan pelan-pelan, apalagi mereka yang duduknya di antara para koruptor. Bukannya berhasil memberantas, yang sering terjadi malah ikutan korup!

Intinya, semua janji mereka adalah bullshit. Tai. Jadi kalo mau suara saya, wani piro?

Seperti saya ceritakan beberapa waktu lalu, ada caleg yang nyogok rakyatnya buat milih dia. Saya ikutan, saya tandatangan. Tapi saya minta bayaran satu juta rupiah. Nggak ada apa-apanya itu dibanding penghasilan mereka nanti!

Minggu lalu tersiar kabar kalo caleg yang satu ini bakal kasi 500 rebu. Ya wes gpp lah… 500 buat beliin sepeda mini anak saya.

Kemaren siang, duit sogokan dibagikan. Jumlahnya ternyata cuma 70 ribu. BUSET! Jelas saya ngamuk! Ini sama saja menginjak-injak harga diri saya yang memang nggak ada harganya! Preman (mantan RT sini) yang disuruh si caleg untuk nyari suara itu saya maki-maki. Sori, saya nggak bakal mau nyoblos caleg itu. Emang kita cewek apaan, dibayar 70 rebu aja udah nyerahkan seluruh hidup ke tangan orang gak jelas?! Masih bagusan lonte, menyewakan memeknya selama 1-2 jam doang dapat 150 rebu.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 714 pengikut lainnya.